<![CDATA[cara mendapatkan uang dari internet - MARKETING]]>Sat, 27 Oct 2018 16:46:08 +0700Weebly<![CDATA[STRATEGI MARKETING UNTUK MENINGKATKAN TRAFFIC DAN PENJUALAN]]>Thu, 06 Sep 2018 16:21:36 GMThttp://saunginspirasi.com/strategi-marketing-untukmeningkatkan-trafic-penjualan/strategi-marketing-untuk-meningkatkan-traffic-dan-penjualanJoe Pullizzi adalah founder dari Content Marketing Institute (CMI). Pada tahun 2007-2008, perusahaannya mengalami krisis. Dia menyadari bahwa dia harus menjawab semua pertanyaan dari customernya. Caranya yaitu dengan membuat blog dan memulai setiap pertanyaan dan orang-orang akan mulai mengunjungi websitenya. Ketika mereka mencari di google, media sosial dan share konten yang bagus ke teman-teman mereka. Menurutnya, blog bisa menjadi jembatan atas segala masalah yang dihadapi oleh customer. Picture
BISNIS MEMBUTUHKAN  SEORANG CONTENT MARKETING
Yang Anda ketahui bahwa Content Marketing adalah aspek utama dari strategi Inbound Marketing, sebab Content Marketing:
  • Membangun otoritas dan kredibilitas
  • Membangun hubungan dengan customer yaitu dengan memberikan value yang nyata dan penting
  • Memungkinkan menyebarkan pesan Anda ke audien baru Anda
Dengan kata lain, content marketing menghasilkan traffic, leads dan customer.
Oleh karena itu, bisnis membutuhkan content marketer.

Jadi content marketing adalah strategi pemasaran dimana kita merencanakan, membuat, dan mendistribusikan konten yang mampu menarik audience yang tepat sasaran, kemudian mendorong mereka menjadi pelanggan atau customer.
Ada dua tujuan dari content marketing: Pertama, untuk menarik audience baru untuk mengenal bisnis yang kamu miliki. Kedua, untuk mendorong (mengajak) mereka untuk menjadi customer.
Konten dalam content marketing bisa dalam berbagai bentuk, seperti gambar, video, audio, tulisan, atau sekedar update status. Kanal content marketing yang bisa kamu manfaatkan pun semakin beragam seperti Blogger (tulisan), Youtube (video), Flikr (Foto), dll. Pemilihan kanal beserta pengimplementasiannya tergantung kepada kebutuhan bisnis itu sendiri.
Mengapa content marketing lebih efektif?
Jika pemasaran atau iklan tradisional biasanya hanya mempromosikan baik produk atau jasa yang mereka jual dengan harapan mereka (para pelanggan) yang melihat akan langsung membelinya, content marketing justru mengemasnya dengan cara berbeda.
Daripada menjual juga memamerkan kehebatan produk atau jasa secara terang-terangan (hard selling), content marketing justru memberikan beragam informasi berguna yang membuat pelanggan semakin pintar.
Pada dasarnya, content marketing merupakan cara berkomunikasi antara kamu sang pelaku bisnis dengan pelanggan tanpa menjual sesuatu kepada mereka. Content marketing bukanlah tentang menjejali otak dengan informasi yang bisa dilewatkan begitu saja tetapi content marketing mampu memberikan “value” berupa informasi, edukasi, pengetahuan, sekaligus pengalaman terhadap merek yang lebih dalam pada pelanggan.
Menurut Roper Public Affair, 80% para pengambil keputusan bisnis lebih memilih untuk menempatkan informasi perusahaan dalam serangkaian artikel atau tulisan dibandingkan dengan membuat iklan. 70% mengatakan bahwa content marketing membuat mereka merasa lebih dekat dengan perusahaan sponsor, sementara 60% mengatakan bahwa dengan content marketing dapat membantu mereka membuat keputusan tentang produk yang lebih baik.
Coba bandingkan, mana yang lebih menarik? Iklan yang mempromosikan suatu produk di televisi. Atau video tutorial atau cerita mengenai hal-hal yang berhubungan dengan produk tersebut, yang disajikan dengan humor, hiburan, ataupun bahkan mungkin tips & trik tentang produk yang bersangkutan?
Lebih menarik yang kedua bukan? Itulah mengapa content marketing lebih efektif digunakan saat ini dibanding iklan tradisional.

​Selain mengenai “isi”, saat ini masyarakat juga sudah kebal dengan yang namanya promosi produk. Maka ketika mereka melihat iklan secara online maupun offline yang mempromosikan suatu produk, mereka hanya menganggapnya sebagai angin lalu.
Namun, bukan berarti iklan sudah tidak berguna sama sekali. Sebagai pelaku bisnis yang juga praktisi content marketing, kamu masih bisa menggunakan iklan. Bedanya, iklan tidak digunakan untuk langsung mempromosikan produk. Melainkan untuk mendistribusikan konten yang bermanfaat.
Tapi kalau kita mempromosikan konten, bukan produk, penjualannya bagaimana?
Seperti yang sudah dikatakan diatas, tujuan dari content marketing yaitu menarik audience baru dan mendorong mereka untuk menjadi pelanggan (dan melakukan pembelian).
Tujuan yang pertama sudah jelas, dengan konten kita jadi lebih mudah untuk menarik audience baru, dibandingkan pemasaran tradisional. Sekarang, mari kita bahas tujuan yang kedua.
…statistik berikut dikutip dari OneSpot (2015):
“Website yang menggunakan content marketing mendapatkan konversi dan penjualan 6x lebih tinggi daripada yang tidak.”Alasannya?
Ketika mempromosikan produk atau jasa, masyarakat tidak tahu apapun tentang kredibilitas bisnis kamu. Ini karena kamu hanya menunjukkan apa yang kamu jual. Karena itu, konversi penjualan akan jadi lebih kecil.
Sementara kalau kamu memiliki konten yang bernilai, masyarakat jadi tahu bahwa bisnis kamu bisa dipercaya. Konversi penjualan pun akan meningkat.
Jangka pendek vs. Jangka panjang
Ini yang menarik dari content marketing. Bagi bisnis atau usaha baru yang menggunakan model pemasaran tradisional, ketika mereka menggunakan iklan maka normalnya jumlah pembeli akan meningkat. Tapi ketika iklan dihentikan, maka kembali ke 0 lagi. Ini karena mereka hanya tahu keberadaan produk atau bisnismu lewat iklan dan promosi. Namun, tidak demikian dengan content marketing.
Ketika bisnis kamu sudah punya konten yang benar-benar bermanfaat, maka orang lain akan tetap bisa menemukan bisnismu. Pengunjung akan menjadi follower, subscriber, kemudian menjadicustomer, pada akhirnya mereka juga akan membantu mempromosikan bisnismu kepada kenalan mereka.
Tidak hanya itu, dengan menyediakan konten, berarti kamu juga akan membuka channel baru untuk mendatangkan pengunjung selain dengan iklan. Seperti: search engine, social media, situs komunitas, website milik orang lain, email, dan lain-lain.
Itulah kenapa website yang melakukan content marketing akan mendapatkan lebih banyak pengunjung dalam jangka panjang. Bahkan dibandingkan mereka yang memasang iklan. Begitupun dengan bisnis kamu.
Kesimpulan:
Esensi dari content marketing strategy adalah kepercayaan. Apabila kamu memberikan informasi yang bermanfaat dan bernilai secara konsisten kepada pelanggan maka mereka akan membalas dengansales dan loyalty. Jadi, sudahkah bisnismu memilih strategi content marketing?
(***)
Sumber:


Paduanim.com
Everydayentrepreneurs.co.id
Trenzdigital.com
Smartbisnis.co.id

Author

mad yunus

]]>